Watampone, Ahad 24 April 2016
Ada hari dimana kita kan merasa hari yang kita jalani kan membekas dan tak pernah kan kita lupakan. Writer rasa hari ini adalah salah satu harinya.
Perasaan yang sama acap kali membekas menjelma menjadi memory kelam dalam ingatan. Tapi bukan berarti writer tidak terima dengan hasil yang ada karena jauh di lubuk hati terdalam ada harapan diri untuk mendapatkan hasil ini demi kebaikan diri bahkan jika berakhir pada kemungkinan terburuk.
Kata yang mewakili rasa writer adalah "memuakkan". Tentunya rasa yang sama normal orang-orang dapatkan saat kalah. Kekalahan writer rasa lebih memotivasi diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik, terlebih writer tipe dengan ego tinggi dan tipe pelajar otodidak.
Dewasa ini writer pikir yang dibutuhkan orang-orang lebih kepada shock therapy. Adapun cara dan fasilitas untuk memperbaiki diri di jaman modern ini hampir seluruhnya terpenuhi.
Kekalahan dapat mengingatkan pada kelemahan diri. Walaupun memang kita sebagai manusia terlahir dengan berbagai macam kelemahan tapi kita dapat menentang kelemahan.