MUSYCAB XVII: Let the Picture Talk

 

Watampone, Sabtu 27 Juni 2015

Kemauan untuk menulis tidak datang  dengan sendirinya namun selalu datang tidak diduga, karenanya sebuah buku catatan kecil dan HP smartphone selalu writer simpan dalam tas kalau-kalau niat untuk menulis datang, jadinya tas selalu writer bawa kemana-mana jika ingin keluar rumah. Yang menarik yaitu keinginan untuk menulis ini selalu datang saat writer berada ditengah-tengah keramaian namun tidak aktif berbicara dikeramaian ini.


Writer memang orang yang tidak banyak bersosialisasi, sekedar bercakap dengan orang lain biasanya iya. Bukan berarti writer orang yang tertutup namun lebih cenderung hanya berbicara dengan orang lain jika ada kepentingan atau bahan yang diperbincangkan membawa manfaat. Memilah dan memilih teman untuk menghabiskan waktu itu sangat penting, bagaimana dan dengan siapa kita menghabiskan waktu akan menentukan seperti apa kita maka pilihlah dengan bijak.

Semakin sering writer menonton animasi semakin writer sadari bahwa hal itu tidak banyak membantu dalam hidup, lebih banyak mengandung unsur hiburan daripada pendidikan namun daripada melihat sinetron atau acara musik masa kini animasi masih lebih baik. Maka dari itu kuota nonton writer kurangi jadinya writer hanya menonton animasi dengan rating diatas 8.

Bla..bla..bla..malas menulis.
i go to sandi's house, he can't walk.

the point is i do not sleep till morning because of MUSYCAB XVII PC IMM Bone and let picture talk.





MUSYCAB XVII: Let the Picture Talk 4.5 5 Laskar Merah Maroon Watampone, Sabtu 27 Juni 2015 Kemauan untuk menulis tidak datang  dengan sendirinya namun selalu datang tidak diduga, karenanya sebuah bu...