Ahad 16 Nopember 2014, urat nadi di leher sepertinya bermasalah membuatku sulit untuk memalingkan wajah. Pagi ini berangkat ke lapri dengan bapak, entah apa tujuan bapak mengajakku kesana. Karena ingin menemui nenek disana maka kuiyakan saja untuk ikut. Seharusnya kubaca lebih jelas sejak awal kalau akhirnya akan seperti ini, entah kenapa pikiran negatif selalu memjelma menjadi nyata. Apa itu? Sebaiknya kutidak menjelaskannya lebih lanjut..hahaha.
Motor melaju rata-rata pada kecepatan 70 km/h, cukup cepat membuatku yang dibonceng sakit kepala dan mual. Namun perjalanan terasa cepat hingga tidak terasa telah tiba ditempat tujuan. Untung saja bukan aku yang menanggung uang bensin.
Sesampainya disana pkl 09.00 am kurebahkan tubuhku didepan Tv, ahad jadi nonton film kartun atau anime hingga kutertidur hingga pkl 11.40 am. Setelah sholat dhuhur dan makan siang kusempatkan diri untuk menyambangi PIKOM LAPRI yang juga menjadi tujuanku kesana untuk mengantar surat pelatihan jurnalistik. Sambil menyelam minum air gitu kk.
Aku di PIKOM LAPRI tidak lama, stelah bertemu pimpinan disana karena cuaca tidak mendukung maka kukembali kerumah nenek dan kembali ke watampone. Saat ditengah perjalanan hujan turun seperti tak ada pertanda untuk berhenti, bapak terpaksa menepi di salah satu ruko dipinggir jalan sebelum kami basah kuyup.
Kuhabiskan waktu mendengar lagu anime dengan menggunakan headset, sedang bapak duduk terdiam seperti merenungi sesuatu. Bernostalgia dengan masa lalu, kukeraskan volume musik di HP sambil memandangi derai air hujan membasahi bumi membentuk sungai kecil mengalir membuat masalah yang ada ikut hanyut terbawa arus yang menghinotis diri mengenang lembaran lembaran memori masa lalu.
Tak terasa 4 tahun sudah kuarungi samudera perjuangan, bukanlah tawa dan canda yang memberikan kesan besar. Entah kenapa kenangan buruklah yang membuatku tersenyum hari ini.