Steins Gate: Infinitive Paradox

 

Watampone, Selasa 3 Fabruari 2015

Kurang istirahat membuatku sulit untuk berfikir, sesekali mata terpejam namun kupaksakan diri walau fisik seakan tak mampu lagi mengikuti kehendak pikiran. Disela-sela waktu, sebelum masuk keruang kelas untuk mengajar kusempatkan menonton film animasi Steins Gate untuk mengobati rasa kantuk.

Karakter siswa dalam sebuah kelas disekolah bergantung dari seberapa cerdas wali kelas memberikan arahan dan menjalankan amanahnya. Untunglah siswa kelas jam pelajaran kedua lebih mudah untuk diatur, akhirnya berjalan dengan lancar.

Menjadi tenaga pendidik tidaklah semudah yang orang lain pikirkan, menuntut kepedulian tinggi terhadap siswa walau seringkali harapan bertentangan dengan kenyataan namun seorang tenaga pendidik tidak boleh goyah dalam usahanya memberikan pendidikan.

Bangun pagi, berpakaian rapi, kaki dibungkus sepatu, datang pagi, pulang sore, gaji tidak mampu menutupi uang transfor. Ini kerja atau dikerjain. Hahaha. Yang kuharap amal perbuatanku dicatat oleh Allah.

Sepulang dari sekolah 02.30 pm kugunakan untuk istirahat sejenak, setelah sholat ashar barulah writer kekampus untuk menyampaikan sambutan pembukaan DAD.

Mati lampu di Hari pertama pelaksanaan Training DAD (Darul Arqam Dasar) XLIV sekira pukul 10.00 pm. Tidak tahu juga akan sampai kapan.

Note: Infinitive paradox tidak berarti apa-apa hanya agar tittle kelihatan keren... :3

Steins Gate: Infinitive Paradox 4.5 5 Laskar Merah Maroon Watampone, Selasa 3 Fabruari 2015 Kurang istirahat membuatku sulit untuk berfikir, sesekali mata terpejam namun kupaksakan diri walau fisik...