Watampone, Ahad 28 Desember 2014
I've been waiting there for 2 hour but there's no sign they will show up, where they are?. I suppose don't do this workshop if i realize it little bit faster.
There he is kak iccang seorang yang mengabdikan hidupnya didunia kejurnalistikan, jauh dari tempatnya dan disela kesibukannya ia sempatkan diri untuk membawakan materi sebagai permohonan maafnya atas ketidak hadirannya dipelatihan jurnalistik tempo hari.
Lansung saja kusapa dengan sapaan paling ramah dan senyum terindah sebagai pengalih perhatian kalau-kalau ia bertanya keberadaan peserta yang tidak ada dilokasi workshop. Dengan sigap kupersilahkan untuk mengambil tempat duduk sembari kuhujani pertanyaan tentang keadaan lokasi workshop yang kemudian beralih pada pertanyaan perjalanan hidupnya. Hal yang tidak kusangka dari mantan pimpinan redaksi koran sindo itu adalah memori perjalanan hidupnya membuatku hanyut dalam rasa.
Tidak terasa 30 menit sudah ia bercerita namun kutak bosan sedikitpun dari cerita yang ia sampaikan. Adik-adik peserta juga sudah berkumpul, lalu kumulai juga workshopnya 09.30.
Setelah makan siang pada pukul 01.00 pm dilanjutkan dengan membawa peserta ke kantor bugiswarta melakukan kunjungan disana maka selesai juga workshop yang kupersiapkan beberapa hari belakangan. Sometimes all we need is just wait.
Pelatihan jurnalistik dan workshop memang tidak berjalan maksimal namun setidaknya telah kuupayakan memberikan pemahaman, memberikan waktu hidupku untuk menggoreskan memori sebagai bukti eksistensiku.