Pagi
hari tadi writer ke SMA 5 watampone untuk menyetor RPP 5 pertemuan
kemarin kepada pak mukrim guru disana lalu sepulangnya kuisi hari ini
dengan bermain game, nonton TV dan istirahat. Menjadi sebuah tanda tanya
besar ketidak hadiran writer pada acara Milad Muhammadiyah yang jatuh
pada hari ini. Acara yang dihadiri oleh kader Muhammadiyah dan seluruh
ortom dari luar daerah disulsel memang adalah sesuatu yang sayang untuk
dilewatkan apalagi setelah persiapan acara telah diberikan perhatian
khusus dari writer agar suksesnya acara.
Mungkin sudah digariskan pada hari ini writer harus lupa dan tidak menghadiri acara tersebut untuk menunjukkan bahwa writer harus menelan ludah melihat realita yang terjadi.
Mungkin sudah digariskan pada hari ini writer harus lupa dan tidak menghadiri acara tersebut untuk menunjukkan bahwa writer harus menelan ludah melihat realita yang terjadi.
Diantara ratusan kader Muhammadiyah khususnya yang tergabung dalam Ikatan tidak satupun yang mempertanyakan kehadiran writer. Butuh muhasabah diri melihat kelemahan dalam sikap perbuatan yang membuat kehadiran writer terlupakan. Hal ini membuatku teringat saat terbaring di PUSKESMAS terkena hipertiroid, seingatku hanya 2 dari teman akrabku diikatan yang melihat kondisiku disana. Kekecewaan writer semakin menjadi-jadi saat writer mengalami sakit jantung namun kondisi yang writer sampaikan dianggap biasa.